
Kini hatiku bimbang padanya,
Dia anggap aku mainan,
Yang tak punya.
Tak mungkin ku terima dia,
Pada saat yang seperti ini.
Aku ragu akan cintanya,
Tulus atau busuk didalamnya.
Sebenarnya hatinya untuk siapa,
Mengapa ia mengaku untukku,
Sedangkan sikapnya tak mengaku itu.
Tuhan benarkah cintanya untukku.
Jika ia milikki dekatkan dia untukku.
Jika ia bukan milikku jauhkan dia dari hadapanku.
0 komentar:
Posting Komentar