Pages

Rabu, 26 Februari 2014

Maafkan Aku, Ayah Ibu

Tuhan
Ijinkanlah aku melihat mereka bahagia
Ayah..
Ibu..
Lama sekali aku tak melihat senyum mengembang dari bibir kalian
Ya robb..
Ijinkanlah aku menjadi alasan mereka tersenyum lagi
Ijinkanlah aku mengembalikan senyum itu
Senyum, semangat, yang lama hilang dari mereka
Berikanlah umur panjang
Sehingga aju dan kedua orang tuaku bisa merasakan kebahagiaan yang lama tak kami rasakan

Selasa, 25 Februari 2014

Sahabat, mengapa kau saat ini berbeda


Sahabatku
Sahabatku...
Mengapa kau pergi menjauh dariku
Padahal...
Aku sangat senang berada didekatmu

Sahabatku...
Aku sedih...
Karena tanda tanda yang buruk sudah menghampiriku
Tanda tanda yang buruk itu adalah...
Bahwa kau sudah mulai menjauhiku

Sahabatku...
Aku senang...
Gembira...
Karena kau berada didekatku

Tetapi...
Aku menjadi sedih
Dan...
Perasaanku yang senang
Sudah mulai menghilang

Hanya itu yang ingin aku sampaikan kepadamu
Wahai sahabatku

Bahagia Pada Akhir Cerita

Semua berawal dari sebuah frasa
Ketika sebuah canda mengukir senyum
Frasa itu datang menulis sebuah cerita
Yang mengalir dalam sungai kehidupan
Tak banyak berjudul namun entah bermakna

Frasa itu datang dari berbeda
Bila aku pria maka dia wanita
Sungguh pertama takutku menyakiti
Seakan langkahku menghantui
Dirinya yang selalu saja ada
Senyumnya yang selalu mempesona

Frasa itu mulai membebani
Ketika hidup ini tak berhenti mengalir
Permasalahan lain mulai saling berganti
Sementara frasa ini mulai memenuhi
Hingga pada akhir sadar kejamku
Sang pengecut mulai berlari darimu
Itulah aku dengan segala rendahku

Kuharap dia yang baru
Yang selalu mengharapkanmu
Meski aku lebih dulu
Namun dia selalu menatapmu
Tak seperti aku yang menciut selalu
Dia sahabatku mungkin yang terbaik untukmu
Meski frasa ini tetap ada padaku

Kuharap ceritamu berakhir bahagia dengannya
Wahai sahabatku kukorbankan frasa ini untukmu
Bahagialah pada akhir ceritaku yang sendu

Coretan Rindu


















Kumiliki sepenggal cinta yang tak urung jadi nyata
dan sebuah rindu yang hanya mungkin aku sendiri yang mengerti
karena dirimu tak mungkin kumiliki
seakan penantian yang tak berujung..
ku tempuh jalan hidupku
sambil berjanji dalam hati tuk selalu menyayangimu
meski bayangmu selalu hadir dalam angan dan mimpiku
kucoba tuk mengerti bahwa asa ini adalah asa yang tak bertepi
dan kini.. aku jatuh cinta lagi
bila kau baca coretan ini
jujur aku sangat merindukanmu
walau tak pantas untukku berharap tentangmu
karena kau bukan milikku
kendati berat rasa rindu yang ada...
tapi ini adalah realita...
dan aku hanya bisa berucap
aku sangat mencintaimu

Senin, 24 Februari 2014

Cinta Diujung Senja


Senja hari ini
mengapa begitu berbeda
tak tampak langit barat
berarak merah pekat
semua tertutup awan jingga

Cinta hari ini
mengapa begitu berbeda
cinta sejati peluk raga
buatku rasakan kejam cinta

Walau cinta ini
belum merekah, bak
bunga belum ternoda asa
tapi rasa ini telah
tenggelam dalam sanubari jiwa

Ku tahu cinta ini
teruntuk diujung senja
kan ku bawa semua
lewat harum kamboja
di pelabuhan jiwa

Selasa Pagi


Selasa pagi ini
aku berjalan sendiri tanpa kau disisi
terasa sunyi ditingkah deru roda kereta
seolah sepi ditengah orang yang berlalu lalang
hampa rasanya walau badan ini terhimpit
terasa dingin meski tak ada angin dan air yang menetes
tak ada canda dan ketawa-ketiwi
sesaat terlintas bayang yang kurindu
begitu jugakah dia ?
suara hati ini ?
atau hasutan nafsu itu ?
yang kurasa selalu ingin dekat dengannya
Selasa pagi seorang diri
seolah waktu enggan berlari
seakan aku tak beranjak
seakan tujuankulah yang menghampiri
membuyarkan lamunan, mengusir hayalan
tapi tetap tak mampu ku menepis bayangan
seakan melekat erat dikornea mata
bayang yang menjerat jiwa dan selalu memikat hati

Hujan


Kau buyarkan lamunan
Cermin yang teduh kini bergolak
Gelombang-gelombang tak berirama . . .
Mulai ku perhatikan perbuatanmu
Ah, ternyata kau datang coba menghibur
Gemercik air kau jadikan layaknya instrumen dalam suatu opera, perlahan semakin megah
Ya, kau bawakan dengan wajah tak berdosamu itu . . .
Tak peduli kau tetap menghujam
Sunyiku lenyap . . .
Tapi tak apalah, kubiarkan hingga kau lelah
Hingga cerminku kembali teduh, semakin jernih . . .
Entah kapan, tapi ku tau kau pasti akan kembali
Akan kusambut kedatanganmu hujan
Bahkan, kubiarkan kau rusak cerminku, lagi . . .
Mungkin kau tau, tapi mungkin juga tidak sama sekali
Aku hanya menginginkannya
Dia telah pergi . . .
"bodoh, apa yang kau lakukan ?"
"apa yang kau lihat dicerminmu itu ?" (Gemuruh, coba menyadarkanku)
"tak ada gunanya hanya melihat bayanganmu yang mati itu"
"apa kau tau kemana dia pergi ?"
"apa kau akan terus terdiam ?" . . .

Marah, kemudian pergi meninggalkanku . . .
Aku bimbang . . .
Ah sial, sebentar lagi kau datang
Buru-buru kuhentikan lamunanku
Dan . . .
Hey, gemuruh benar, aku harus mencarinya
Pasti ada tanda yang tertinggal
Pasti ada jalan jika dia memang untukku . . .
Secepat mungkin aku berlari keluar pagar rumah
Dan kau benar-benar datang , jalan tanah yang panjang itu kau basahi
Kau buat kaki ini tak berpijak dengan baik
Ternyata kini kedatanganmu bukan untuk menghiburku, hujan
Aku tak peduli, ku tetap berlari, mencoba menghindar darimu
Sekalipun dinginan menyelimutiku
Kau semakin marah, kau tak suka aku mengabaikanmu
Aku tau itu, aku hanya ingin menemukannya
Itu saja . . .
Dan, tiba-tiba kuterdiam . . .
Dipersimpangan jalan . . .
Terhenti langkah kakiku . . .
Kemana kuharus pergi ?
Dan lihat, tak ada lagi jejak kaki yang dia tinggalkan . . .
Lihat apa yang telah kau lakukan hujan !
Kini telah kau ambil semua harapanku . . .
Tapi, mungkin dulu dia memang untukku . . .

Hujan Merah Darah



Mungkin memang salah
Bila aku mengagumimu
Ketika sang hujan membasahi diriku
Saat berusaha menyembunyikan tangis hitam
Di ribuan deras jernih hujan

Padahal kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu
Padahal saat itu kau senyum
Menanti hangat sang musim
Atau dirinya yang berlari tuk memelukmu
Lalu berlalu romansa tertutup datangnya kereta
Lalu hilang aku di seberang

Layaknya bioskop aku menonton berkali-kali adegan itu
Setiap kali gerbong kereta berdesis melewati
Tiada bosan meski berubah tiap kali
Sementara aku menanti yang kan membawaku pergi
Apa yang berubah ?
Dirinya hanya balutan mode
Namun lelaki itu tak pernah sama

Kini hanya hujan dingin yang menyelimuti
Hanya tangis hitam yang menemani
Tiada pernah terlupakan dirimu
Menghilang dibalik desis kereta yang menjemputku
Yang harus membuatku lama lagi menunggu
Karena dirimu, tangis hitammu, dan rapuh nyawamu
Desis keretaku untuk pulang terhenti
Dan aku menungu lagi
Hingga hujan merah darah terhenti

Jumat, 21 Februari 2014

Cinta Sama Tak Datang Dua Kali


Aku pernah mengenalmu, begitupun kamu pernah mengenalku
Kamu pernah berjalan disisiku, begitupun aku pernah melangkah seiring disisimu
Kita pernah saling tatap lalu tersenyum
Kita pernah saling cerita lali tertawa
Kita saling ego hingga tumbuh pengertian
Kata kita kini sudah jadi Aku dan Kamu
Kata jalan kita kini jadi jalanku dan jalanmu
Begitupun waktu kita kini jadi waktuku dan waktumu
Begitupun waktu kita kini jadi waktumu dan waktuku
Kemarin kamu dan aku masih ingat kenangan kita
Kenangan yang jadi prioritas utama kita untuk tersenyum masing-masing
Kenangan yang jadi saksi bahwa keadaan kita saat itu begitu berharga
Hal itu masih berlaku hingga kita mencoba untuk seiring lagi
Seiring yang diakhiri dengan kenangan baru yang tak indah apalagi penting
Kenangan yang tak layak lagi untuk diingat oleh aku dan kamu
Sebab memang benar Cinta sama tak datang dua kali

Sahabat Ku


Sahabatku
 meletakkan aku dengan nyaman di sisinya
ia tak menuntutku membicarakan setumpuk hal bersamanya
atau melakukan sejuta jadwal dengannya
ia tak memintaku melakukan hal yang diinginkannya
ia juga tak menghakimiku untuk salahku
duduk diam disisinya pun cukuplah
karena hati berbicara
tak perlu mulut berbuih untuk semarakkan waktu
karena waktu tetap istimewa jika aku dengannya
aku tak perlu menutupi hatiku
menebarkan senyum untuk lukaku
aku tak perlu dengan sejuta penghibur dan nasehat
dekatnya dalam diam cukup mengobati hatiku
aku tidak butuh gaun yang berkilauan
atau bertumpuk - tumpuk emas
hanya untuk mempertahankan sahabatku
ia akan tetap duduk menemaniku dalam diamku
menikmati senja denganku
walau buka sofa yang empuk mengalasi duduknya
karena ia sahabatku
kadang aku bertanya dalam hatiku
sudahkah aku menjadi sahabatnya ?
sudahkah aku mengenal hatinya ?
hingga dalam diam pun aku tahu dia bicara
bahwa kami adalah sahabat

Minggu, 16 Februari 2014

Cinta Itu Kamu


Kamu itu pasir
Pasir putih berkilat di tepian pantai
Kamu  menari
Menari mengayun ombak
Kamu berdansa
Berdansa bertautan cahaya
Kamu itu angin
Angin Surga pembawa dahaga
Andai saja kamu tetap ada
Setia menyapa lara
Mengapa kumbang hinggapi tanaman
Mengapa lalu terbang tinggalkan halaman
Andai saja ia ada
Setia dalam duka
Mengapa tak tinggal
Malah lari kalang kabut mengejar berandal
Padahal aku ada
Padahal aku tinggal
Lalu aku jadi sendiri
Sendiri menyapa lara
Sendiri dalam duka

Jumat, 14 Februari 2014

Aku Saat Ini



Saat logika terselimuti oleh emosi
rasa dihati kuasai jasad ini
hari kujalani tanpa tujuan pasti
yang kutau hanya satu ... DIA
Tak bisa kupungkiri otakku teracuni
yang ada dibenakku hanya satu ... DIA
badanku serasa kaku kala kau ada dihadapanku
tak bisa kukatakan rasaku
walau hanya dalam satu kata
biar, biar saja hanya aku yang tau
kalau engkau pujaan hatiku

Puisi Cinta

Hey


Memandang wajahmu,
Temaram dalam rentang hujan abu
Surya redup bagi mega turun
Mengaburkan bayang
Seolah ini negeri salju.

Hey ..
Senyum manis itu tetap lahir
Dari suasana remang.
Dimana sosokmu ketika kelopak matamu terpejam?
Kujwab pelan:
"masih ada dalam sanubari
dan berwarna ungu"

Kamis, 13 Februari 2014

Mohon Jangan Lepaskan Aku, Begitu Saja


Redup mu membutakan mata hati ini yang gelisah,
seolah menampar aku yang sedang tertidur ..
bergema dan membuatku tidak mampu bahkan untuk bernafas, sedikit saja ..
suara mu mulai menjauh, hampir tidak terdengar lagi,
bayangmu mulai samar, hampir  tak terlihat lagi,
sungguh aku tidak kuasa merasakan ini, kegelisahan ini, keterpurukan ini ..

Kekasih,
meski angin tidak memihak ku, tapi .. aku tau kau dengar suara hati ini,
terdengar seakan aku membisikannya, apa yang ingin ku katakan ..
"mohon jangan lepaskan aku, begitu saja"

Rabu, 12 Februari 2014

Maafkan Aku

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE2HYG8YrmPTvhhmVwSljL5zvxKtQ9yK6_9E0nAAbHH1GGNYJ1ROqvXmgxAVkkixwWQAlQ8I9H_raBK2x-4ET-mf2xox8n6MknmOU5n4acMwKa1OuFWznl2PLr_rcy8JDn47afgxQLlh3u/s1600/sad_anime_by_bloodyrose90.jpg

Kasih,,
maafkanlah segala kesalahanku
karena hanya kaulah yang ada dihatiku
walaupun aku sering menyakitimu
mungkin karena ku tak pahami maksud hatimu
tuk tunjukkan perasaan ku dan juga cintaku
berikanlah aku kesempatan
untuk memperbaiki kesalahanku
karena ku tak mau kehilanganmu

Kasih,,
ku kan selalu mencintaimu
ku kan selalu menyayangimu
setulus hatiku setulus cintaku
kau sangat berharga bagiku
janganlah pergi menjauh dariku
karena kaulah segalanya bagiku

Selasa, 11 Februari 2014

Selamat Pagi Cintaku

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZpMLkJdDCZBbLJymyU4YvUnc00AIU_DcZ2r-FkYxb-Aa9NpOx32EhKEX5P3u0tXTfoiEoS3LaIWor3pdAvS8pngbxsYgP33gkEOTQmJOkJ3sOjbO3HLqL-LJpf84U1F5oIq6Nwz2U5-A/s1600/selamat-pagi-cinta.jpg 


Biarkan musim berganti
Tinggalkan kesan yang mendalam
Tak mudah dilupakan dari mata jernihmu yang berkaca

Lihat aku...
Yang selalu bisa baca pikiranmu
Mengisi jiwamu
Menyapamu menghias hari harimu

Lihat senyumku...
Dengarkan suaraku...
Akan teduhkan jiwamu.
Karena aku mencintaimu dengan kesungguhanku.

Senin, 10 Februari 2014

Selamat Tinggal Sayang




https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuvxbPMsM0qa2zKWqgeSYkku5WDCLtrYkusZ4bgWP-pZfb5vBTcJvcKZdmYhLUbI8Y8lpn-MACgMSQKvIRepfmo4N6UT_Lgsjcm2QF7QEuiNowVH3MLVOpZzra9TXBc7OO5gql_lk6mBMY/s320/Walking_on_a_Lonely_Road_by_haze717.png


Gelap,
Dalam hening malam sewaktu bersama
kau hanyutkan aku dengan janjimu
dalam kenangan, kau sisakan duka
ku telusuri dengan sejuta kerikil dihadapanku
mencoba ntuk mencari jejakmu yang mulai terkikis
oleh seruan angin dengan harapan,
dapat menagih kembali janji itu

Lenyap,
keringat mulai deras mengucur tubuh ku
letih mulai kurasakan
tak ada lagi jejak yang tersisa,
walau hanya sebutir debu
semuanya telah kabur bersama hembusan malam dan
baru ku sadari kalau itu hanyalah palsu
karna ternyata semua sudah kau lenyapkan
bersama deruan ombak yang bernyanyi
dengan nada kabut yang mengisyaratkan
'Good Bye Dear'

Sabtu, 08 Februari 2014

Adakah Cinta Untukku



Kuberkaca di atas air bening
Kali kecil kehidupan
Mengaliri sungai batinku
Nan lelah dalam pencarian

Daun menghijau di bantaran kesunyian
Tak sempat kureguk embunnya
Pupus terserap sinar mentari pagi

Ingin kusandar pada pepohonan
Letihnya hatiku ini
Kicauan burunga alunkan nada
Sumbang hati tak menentu

Dimana kan ku cari
Binar kemurnian hati
Yang memberi
Tulus tak meminta
Cintaiku apa adanya

Kadang serasa kukehilangan makna
Ingin sembunyikan raga di bebatuan
Seakan cinta bukan milikku
Apakah benar telah tercipta
Pasangan untuk hidupku

Di kaki bukit dusun kecil
Kutenangi nurani
Semoga saja mengilhami
 
http://www.freesearchenginesubmission.info