Pages

Senin, 24 Februari 2014

Hujan Merah Darah



Mungkin memang salah
Bila aku mengagumimu
Ketika sang hujan membasahi diriku
Saat berusaha menyembunyikan tangis hitam
Di ribuan deras jernih hujan

Padahal kemarin, minggu lalu, bulan lalu, tahun lalu
Padahal saat itu kau senyum
Menanti hangat sang musim
Atau dirinya yang berlari tuk memelukmu
Lalu berlalu romansa tertutup datangnya kereta
Lalu hilang aku di seberang

Layaknya bioskop aku menonton berkali-kali adegan itu
Setiap kali gerbong kereta berdesis melewati
Tiada bosan meski berubah tiap kali
Sementara aku menanti yang kan membawaku pergi
Apa yang berubah ?
Dirinya hanya balutan mode
Namun lelaki itu tak pernah sama

Kini hanya hujan dingin yang menyelimuti
Hanya tangis hitam yang menemani
Tiada pernah terlupakan dirimu
Menghilang dibalik desis kereta yang menjemputku
Yang harus membuatku lama lagi menunggu
Karena dirimu, tangis hitammu, dan rapuh nyawamu
Desis keretaku untuk pulang terhenti
Dan aku menungu lagi
Hingga hujan merah darah terhenti

0 komentar:

Posting Komentar

 
http://www.freesearchenginesubmission.info