Pages

Jumat, 21 Februari 2014

Sahabat Ku


Sahabatku
 meletakkan aku dengan nyaman di sisinya
ia tak menuntutku membicarakan setumpuk hal bersamanya
atau melakukan sejuta jadwal dengannya
ia tak memintaku melakukan hal yang diinginkannya
ia juga tak menghakimiku untuk salahku
duduk diam disisinya pun cukuplah
karena hati berbicara
tak perlu mulut berbuih untuk semarakkan waktu
karena waktu tetap istimewa jika aku dengannya
aku tak perlu menutupi hatiku
menebarkan senyum untuk lukaku
aku tak perlu dengan sejuta penghibur dan nasehat
dekatnya dalam diam cukup mengobati hatiku
aku tidak butuh gaun yang berkilauan
atau bertumpuk - tumpuk emas
hanya untuk mempertahankan sahabatku
ia akan tetap duduk menemaniku dalam diamku
menikmati senja denganku
walau buka sofa yang empuk mengalasi duduknya
karena ia sahabatku
kadang aku bertanya dalam hatiku
sudahkah aku menjadi sahabatnya ?
sudahkah aku mengenal hatinya ?
hingga dalam diam pun aku tahu dia bicara
bahwa kami adalah sahabat

0 komentar:

Posting Komentar

 
http://www.freesearchenginesubmission.info